News Update :

Berita Kampus

Aktiviti

Tazkirah

Artikel

Video

Mahasiswa dan Budaya Membaca

Tuesday, November 29, 2011

Satu ketika dahulu tokoh terkenal dari Perancis, Napoleon Bonaparte pernah berkata; “read, you will conquer the world.” Kata-kata ini terpacul keluar dari mulut seorang individu yang hidup pada era imperialisme dan peperangan di seluruh dunia. Beliau melihat bahawa kunci untuk menguasai dunia ialah melalui budaya membaca. 14 abad sebelum itu, nabi besar kita Muhammad saw telah menerima arahan ‘iqra’ sebagai wahyu yang pertama daripada Allah swt. Arahan ini cukup besar signifikannya buat manusia yang mahu meningkatkan potensi diri sebagai seorang muslim yang luar biasa hebat.

Apabila kita menelusuri sejarah, kita pasti akan menemui kisah para ilmuan terdahulu yang menjadikan amalan membaca dan mengkaji sebagai si jantung hati. Sebagai contoh,Imam Syafie yang terkenal sebagai individu yang rajin membaca sehinggakan kitab al Muwatto’ karangan Imam Malik dihafalnya dari kulit ke kulit. Bahkan tercatat kisah salah seorang ilmuan Islam pada satu zaman yang meninggal dunia di dalam perpustakaan dek kerana dihempap buku-buku yang terjatuh dari rak di hadapannya. Bagi mereka, waktu merehatkan minda ialah dengan membuka kitab-kitab dari pelbagai segmen bidang ilmu sama ada berbentuk fardhu ain ataupun fardhu kifayah.

Para sejarahwan sama ada yang beragama Islam ataupun bukan Islam bersepakat bahawa zaman pemerintahan Khilafah Abbasiyyah merupakan antara tamadun yang meletakkan Islam di tempat yang selayaknya. Setelah diteliti, didapati bahawa sebab primer lahirnya zaman tersebut ialah budaya ilmu yang sungguh luar biasa dipraktikkan. Gerakan penterjemahan yang begitu hebat dalam pelbagai bidang ilmu ke dalam bahasa Arab berlaku dan disokong oleh pemerintah pada zaman itu. Ilmu-ilmu itu juga telah diIslamkan dengan berteraskan prinsip akidah Islamiyyah. Dalam masa yang sama, Barat pada waktu itu masih lagi berada pada zaman gelap.

Mahasiswa dan Budaya Membaca

Dalam agenda menegakkan kembali tamadun Islam yang bersifat rahmatan lil alamin, maka golongan yang melibatkan diri dalam keilmuan sewajarnya menggiatkan amalan membaca dan mengkaji sebagaimana dipraktikkan oleh individu-individu hebat seluruh dunia. Mahasiswa juga termasuk dalam kalangan arkitek yang bertanggungjawab dalam agenda murni ini.

Menurut Datuk Noh Omar, berdasarkan satu kajian, jumlah buku yang dibaca oleh para pelajar selama tiga tahun pengajian ialah:
- Australia ialah 180 buah
- Indonesia (94 buah)
- India (130 buah)
- Thailand (56 buah)
- Brunei (26 buah)
- Malaysia 12 buah buku

Manakala jumlah buku yang dibeli oleh pelajar untuk tiga tahun pengajian (enam semester) ialah sebagaimana berikut;
- Australia ialah 160 buah
- Indonesia (43 buah)
- Thailand (31 buah)
- India (75 buah)
- Brunei (15 buah)
- Malaysia 4 buah

Nah, kita boleh melihat betapa kita sedang ketinggalan jauh di belakang para pelajar dari negara lain. Keadaan ini berlawanan sekali dengan slogan-slogan yang sering dilaungkan. Lebih mengecewakan apabila majalah-majalah yang mengetengahkan subjek-subjek picisan seperti hiburan dan tahyul menjadi pilihan utama segelintir pelajar. Hal ini jauh bertentangan dengan konsep intelektualisme yang sepatutnya terpahat di minda para pelajar.

Menurut Dr. Mohd Farid Mohd Shahran, Pensyarah Usuludin dan Perbandingan Agama di UIAM yang juga merupakan anak didik Prof Syed Naqib al-Attas, soal disiplin pembacaan buku mesti tinggi jika benar mahasiswa mahu mendaulatkan tradisi "aktivis intelek" dalam rentak tari politiking mereka. Katanya lagi, 30 minit dalam satu hari sebelum tidur sudah memadai.

Persoalannya, apakah status kita pada ketika ini? Amat berlawanan dengan misi besar kita sekiranya budaya membaca ini masih lemah dipraktikkan lebih-lebih lagi buat huffaz yang bercita-cita menyahut cabaran sebagai ‘generasi al Quran yang unik’ sebagaimana dinyatakan oleh almarhum Syed Qutb rahimahullah.

Intelektualisme memacu gelombang perubahan

Abad ke 20 menyaksikan pelbagai revolusi sosial yang unik. Antara keunikan tersebut ialah penglibatan kumpulan anak-anak muda yang berstatus mahasiswa untuk melakukan perubahan. Fenomena ini bersifat global apabila beberapa tempat yang berbeza iklim dan budaya menjadi saksi kesungguhan mereka untuk bergerak maju menuntut keadilan bersama-sama pejuang-pejuang yang lain.

Antara contoh perjuangan masyarakat yang ditunjangi mahasiswa ialah gerakan Mei 1968 di Perancis, revolusi islam Iran 1979 dan gerakan reformasi yang telah menjatuhkan Suharto pada 1998. Ternyata keberanian mereka menzahirkan naluri cintakan perubahan membawa hasil lumayan terhadap masa depan agama, bangsa dan negara.

 Justeru, bersiap siagalah dengan pelbagai persiapan terutamanya persiapan ilmu kerana orang-orang terdahulu sudah hampir tamat lariannya dan kitalah yang akan menerima ‘baton’ demi meneruskan satu misi suci. InsyaAllah dengan izin-Nya satu hari nanti golongan intelek yang terisi al Quran di dalam dadanya akan mewarisi bumi yang hampir kiamat ini. Ayuh, kita isytiharkan kepada mereka di luar sana, nantikan kemunculan kami!

9 SIMPLE TIPS to Praying on time!

Thursday, November 17, 2011


Prophet Muhammad (peace be upon him) told Bilal, “Call for the prayers, it will comfort us.” (Imam Ahmad in Al Musnad)
“Gimme five minutes”, “I just need to finish this task/project/report/ book/movie/ video before I go and pray
Heard those? Or said them to yourself? If Yes, then you or someone you know might be suffering from – what I call “IWPI5M” disorder (I Will Pray In Five Minutes!). Procrastinating and neglecting Salah is quite common among Muslims, especially among the youth. Here are few simple tips to help you get back on track.
1. Intention: Sounds simple, doesn’t it? Of course, we all “plan” to pray on time. It’s almost like default. But here’s what I’m referring – to explicitly make the intention, aloud, a couple of times a day. Most importantly in the morning, after you wake up, and after each prayer – for the next one.
Intentions can come as a Positive Will Power Statement: “Inshah Allah, I will pray all my Salah today on time.”
Or it can come in terms of Positive affirmations (in Present tense): “I am happily and excitedly praying all five prayers on time”. Saying the intention in present tense does magic to your mind. Even better, write them down.
2. Set an Alarm: No, I’m not referring to the alarm that we set for Fajr. I am talking about setting one for every Salah. If you have a Prayer Time software on your Computer/Laptop/Phone/PDA – set an alarm. Best is the Adhan sound. If not, just a regular “buzzz” on a mobile phone would do. [I prefer adhan as it is THE "call to prayer", and when you hear the words "come to Salah, come to Success" you won't be able to distract yourself with other stuff].
Here’s a COOL GEM : When you hear the alarm, go IMMEDIATELY. No snoozing, no more procrastinating.
3. Dua: Salah is your connection to Allah (Subhanahu Wa Ta’ala). So beg Allah to honor you with Salah. Ask yourself: Is this just a “wish”? Do I need it? Badly? Make dua like you “want” it  - badly. Remember, Allah (Subhanahu Wa Ta’ala) is not just your end, but your means as well. Ask Allah to help you “connect” with Him. He is the only One who can guide you, assist you and make it easy for you.
The Prophet (salallahu alayhi wa sallam) used to make a du’a: اللّهُمَّ إنِّي أعُوذُبِكَ مِن العَجزِ وَ الكَسلٍ – O Allah, I seek refuge in you from incapability and laziness.
4. Dhikr: I remember asking my Quran teacher about laziness to pray Salah. She said – laziness is from Shaitan. Recite “La hawla wa la quwata..” all day. It keeps Shaitan away from you, and brings Allah (Subhanahu Wa Ta’ala) close to you. Throughout the day, seek refuge from Shaitan by reciting “auo’dhu billah” and ask Allah (Subhanahu Wa Ta’ala) for forgiveness by reciting “istaghfaar”.
A Cool GEM : Start every task with “Bismilla”: This is a very powerful technique. When you start a task in the name of Allah (Subhanahu Wa Ta’ala), you are having a blessing on your task. And at the time of the prayer, you will automatically feel yourself to go and pray. Try this out. It works like a charm!
5. Schedule: Schedule your day around your Salah, not the other way round. Whether it’s outlook, PDA, Phone, Gmail calendar, or Taskinator – whatever you use, mark your Salah times in first. This way, you know you got to complete the report before the Salah, or schedule it after the Salah.
6. Wear the reminder: I recently came across this website: acomplaintfreeworld.org- the idea is to wear a reminder, literally. It could be something you wear or a sticker on your hand. (I often hear from my elders about tying a knot on their head scarf as a visual reminder to do something… well, it’s another story that they sometimes forgot what it meant to remind them ;) ) The visual reminder works really well, because you see the reminder every time. You can’t miss it. Every time you look at it, you are reminded that you need to go and pray now.
7. Associating immense pleasure with praying on time and massive pain on not praying on time: Anthony Robbins refers to “Pain and Pleasure” technique in motivation and decision-making.
“Understanding this principle is like unlocking the secrets to human behavior, and will allow you to take complete control over your own life and also help others to regain control over theirs. To change a behavior, we just need to associate more pain with doing the behavior and more pleasure with changing the behavior. Once that is done, without question or exception, your behavior will change. Your desire to avoid pain and gain pleasure is even stronger than any chemical addiction you may have” [Years to Success]
Associating pleasure with praying on time : Make a list of “Why” – i.e, the pros of praying on time. Self confidence, clearer mind (due to “spiritual retreat” that Salah offer), boost in Productivity, assistance from Allah (Subhanahu Wa Ta’ala), keeping us away from Shaitan, purifying and cleansing from our sins, etc
Pleasure with Salah:
a) Those Who Pray Shall Have Nothing to Fear on the Day of Judgment
“Truly, those who believe and do righteous deeds, and perform Salah, and give Zakah, they will have their reward with their Lord. On them shall be no fear, nor shall they grieve.” (2:277)

b) Prayer Protects Against Evils “Recite that which has been revealed to you of the Book, and perform Salah. Verily, Salah prevents from lewdness and evils. And indeed, the remembrance of Allah (by you) is greatest. And Allah knows what you do.” (29:45)
c) “Successful indeed are the believers. Those who perform their Salah with all solemnity and full submissiveness” – Chapter 23, verse 1-2 of the Quran.
d) Salah Is the Sign of a Believer. “The believers, men and women, are protecting friends of one another; they enjoin good and forbid evil, and they establish Salah, and give Zakah, and obey Allah and His Messenger. Allah will have His Mercy on them, and surely, Allah is All-Mighty, All-Wise.” (Surah Tawba 9: 71)
Associating pain with neglecting Salah: Recite and ponder on the verses mentioning those who neglect their salah, the punishment and the consequences.
a) Previous Nations Were Corrupted when Salah Was Left
“Then, there came after them a generation who gave up Salah and followed lusts; so they will be thrown in Hell.” (19: 59)

b) Hypocrites Are Lazy in Salah “Verily, the hypocrites seek to deceive Allah, but it is He who deceives them; When they stand up for Salah, they stand with laziness, only to be seen by men; and they do not remember Allah but a little.” (4:142)
8. Pray together: If you are on Campus/Residence, gather the Sisters (or Brothers – if you are a brother!) and pray together. Trust me, friends who remind you in goodness, are the truest of your friends. Subhanallah, years later, you’ll still have a special bond with them. For brothers – nothing beats praying Salah in congregation at the Masjid. Have a group of friends that remind each other to pray – and pray together.
(Associate pleasure with praying in congregation: The Messenger of Allah (PBUH) said, “Salat in congregation is twenty-seven times more meritorious than a Salat performed individually.” [Al-Bukhari and Muslim].)
9. Be in the state of Wudu. Sometimes you delay your Salah because you need to perform Wudu. Solution: Be in the state of wudu all the time. This way, whenever it is time your salah – you are prepared. No more excuses. [I won’t go into mentioning the other advantages of being in the state of wudu. One of them is productivity. Enough said! ;) )
If you are beginning your journey for Life Success – your work, studies, marriage, dream job, or working on any of your dream you have in your life – begin that journey by making “Perfecting Salah” – one of your main life goals, and revolve your life around “Salah”.
Indeed this is the path to true Life Success and within days, you will begin to make a difference – in your life and the life of those around you.
May He accept.
Hafsa Taher

credit to : successmuslim.com

152,182 Anak Luar Nikah Sepanjang 2008-2010

Wednesday, November 16, 2011


Seramai 152,182 anak luar nikah direkodkan oleh Kementerian Pembangunan Wanita, Keluarga dan Masyarakat dari 2008 hingga 2010.

Timbalan Menteri berkenaan, Heng Seai Kie berkata, daripada jumlah itu, Sabah mencatat angka tertinggi dengan 41,490 orang, diikuti Selangor (18,983) dan Sarawak (17,570).

Beliau berkata, Lembaga Penduduk dan Pembangunan Keluarga Negara (LPPKN) telah menjalin kerjasama strategik dengan Jabatan Latihan Khidmat Negara bagi mengintegrasikan pendidikan kesihatan reproduktif dan sosial.

"Program itu telah melibatkan 64,000 remaja mengenai pendidikan dan risiko yang terpaksa ditempuhi kerana tindakan mereka," katanya semasa menjawab soalan Datuk Mohd Jidin Shafee (BN-Setiu) pada sidang Dewan Rakyat hari ini.

Mohd Jidin ingin tahu jumlah anak luar nikah yang direkodkan sejak 2008, punca masalah dan inisiatif kementerian untuk membendung gejala itu.

Heng berkata, enam pusat remaja telah ditubuhkan untuk golongan sasar berumur antara 13 dan 24 tahun bagi memberi maklumat berkaitan isu psikososial termasuk menyediakan khidmat kaunseling dan kemahiran hidup.

"Program 'outreach' yang dilakukan di sekolah dan komuniti setempat itu berjaya mendekati 257,147 remaja melalui 4,698 program dari November 2005 hingga September 2011," katanya.

Timbalan Menteri Kesihatan Datuk Rosnah Abdul Rashid Shirlin pula memberitahu dewan bahawa 24,813 orang dimasukkan ke hospital kerajaan kerana masalah berkaitan mental tahun lepas.

"Setakat ini kita ada empat institusi mental di seluruh negara, 42 hospital kerajaan yang menyediakan perkhidmatan rawatan mental dan 124 pakar dalam bidang tersebut," katanya kepada soalan Datuk Abdul Halim Abdul Rahman (PAS-Pengkalan Chepa).

Rosnah berkata usaha sedang dijalankan bagi meningkatkan kesedaran awam serta kepekaan masyarakat untuk mengenal pasti tanda-tanda awal dan mereka yang berpotensi mendapat rawatan awal.

-Bernama

{Design} Benarkah Cinta?

Saturday, November 12, 2011


Mahabbah dalam ertikata yang sebenarnya ialah kasih dan sayang di antara satu dengan lain semata-mata kerana Allah swt.
Cinta kepada Allah dan Rasul adalah setinggi-tinggi nilai cinta yang dimiliki manusia. Di dalam hadis Rasulullah -shallallahu 'alaihi wasallam- menegaskan; Iman seorang hamba tidak akan sempurna selagi ia tidak meletakkan dalam hatinya kecintaan kepada Allah dan RasulNya melebihi dari cintanya kepada harta, anak dan diri sendiri.

Dengan mengingati segala nikmat Allah kepada kita bermula dari nikmat kewujudan kita di atas muka bumi ini, nikmat kesihatan dan kesejahteraan, tubuh badan yang sempurna, dikurniakan keluarga dan sahabat handai yang menyayangi kita dan bermacam nikmat lagi. Namun nikmat terbesar yang Allah kurniakan ialah nikmat iman dan amal soleh. Semua manusia berkongsi nikmat hidup, nikmat sihat dan nikmat keindahan tubuh badan (ahsani taqwim), namun sedikit sahaja dari mereka yang dipilih Allah untuk diberi nikmat iman, amal soleh, berterusan beramal soleh, nikmat kesungguhan untuk meningkatkan iman, nikmat kecintaan kepada Allah dan RasulNya.

Dari 6000 juta manusia di atas muka bumi ini, kita telah dipilih oleh Allah untuk diberikan nikmat khusus tersebut. Dengan mengingati nikmat-nikmat tersebut akan bertambahlah cinta kita kepada Allah. Adapun Nabi Muhammad, di antara yang boleh kita ingati semoga bertambah cinta kita kepada baginda ialah dengan mengingati jasa baginda menyampaikan risalah Allah kepada kita, jihad baginda, kesabarannya, keinginan baginda untuk melihat kesejahteraan kita dunia dan akhirat, kesungguhan baginda untuk menyelamatkan kita dari neraka dan supaya kita dapat masuk syurga dengan kurniaan Allah.

Adapun Rasulullah, sifat-sifatnya menggambarkan kesempurnaan seorang manusia. Baginda adalah seorang yang pengasih, tidak pernah kedekut, suka berkorban, sentiasa manis muka, berani, berlumba kepada kebaikan, penyabar dan sifat-sifat seterusnya yang tidak dapat kita jelaskan kesemuanya di sini. Sesiapa sahaja yang dengan penuh insaf membaca sirah hidupnya, ia pasti akan jatuh cinta kepada baginda.

قُلۡ إِن كُنتُمۡ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحۡبِبۡكُمُ ٱللَّهُ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡ‌ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ۬ رَّحِيمٌ۬
Katakanlah (wahai Muhammad): Jika benar kamu mengasihi Allah maka ikutilah daku, nescaya Allah mengasihi kamu serta mengampunkan dosa-dosa kamu dan (ingatlah), Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.
(Surah Ali-Imran 3: Ayat ke 31)

[Design] Pelangi Cinta


Diriwayatkan daripada Abu Said al-Khudri r.a :" Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya:" Apabila seseorang memeluk agama Islam dengan ikhlas, Allah akan mengampunkan semua dosa-dosanya di masa lalu. Kemudian setelah itu mulai diadakan perhitungan, pahala untuk setiap perbuatan baik yang dilakukannya dilipat gandakan sepuluh sampai tujuh ratus kali ganda sedangkan setiap dosa yang dilakukannya akan dicatat sebanyak dosa yang dilakukannya kecuali apabila Allah mengampunkannya."
(Riwayat Al-Bukahri)

Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya:"Apabila salah seorang dari kamu mengerjakan amal-amal yang membuktikan keislamannya dengan sebaik-baiknya (serta dengan ikhlas) maka tiap-tiap kebaikan yang dikerjakannya akan ditulis baginya sepuluh kebajikan yang menyamainya hingga kepada tujuh ratus kali ganda dan tiap-tiap satu kejahatan yang dilakukannya akan ditulis baginya (satu kejahatan) yang menyamainya." (Riwayat Bukhari)

Islam adalah suatu agama yang mulia dan ia memuliakan penganutnya. Buktinya Islam memberikan ganjaran yang sangat besar bagi setiap kebaikan yang dilakukan di mana kelebihan atau ganjaran ini tidak akan diperolehi dengan pengakuan mulut sahaja (mengaku Islam sahaja) tetapi hanya akan dicapai dengan mengerjakan amalan-amalan yang baik secara ikhlas dan ihsan kerana Allah S.W.T.

Ihsan bererti mengerjakan sesuatu ibadat dan kebaikan dengan sebaik-baiknya, lengkap dengan segala peraturan serta ikhlas kepada Allah iaitu bersih dari perbuatan syirik dan sifat munafiq serta bersih daripada perasaan riya', ujub dan sebagainya. Dengan lain perkataan ihsan itu adalah mengerjakan sesuatu ibadat seolah-olah seseorang itu melihat Allah serta meyakini bahawa Allah sedang memerhatikannya.

Adakah kita sudah menunaikan tanggungjawab kita sebagai penganut Agama Islam?
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ ادْخُلُواْ فِي السِّلْمِ كَآفَّةً وَلاَ تَتَّبِعُواْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalamislam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu
(Surah Al-Baqarah 2: Ayat ke 208)


{Design}Islam Tanggungjawab Kita


{Kretif} Peta Hidup


OPKIM 2011

Tuesday, November 8, 2011


Yan - " Syukur alhamdulillah, Opkim kali ini berjaya dilaksanakan dengan kerjasama daripada penduduk kampung dan Mahasiswa UiTM Kedah".

Bertempat di Kampung Kubang Pasu, Sungai Limau, Yan, Kedah seramai lebih 60++ mahasiswa UiTM Kedah telah menyertai Operasi Khidmat Masyakat. Opkim IMAN kali ini bertemakan " Mahasiswa bersama Masyarakat" yang akan membentuk keungulan Mahasiswa ISLAM yang mampu membantu masyarakat kelak.

Program ini berlangsung selama tiga hari dua malam bermula dari petang 24 Mac 2011 hinggalah pada petang 26 Mac 2011. Walaubagaimana pun, ulasan daripada penduduk kampung program yang dijalankan ini terterlalu singkat, kalau boleh perlu lebih lama mungkin 5 hari palaing kurang.

Majlis perasiman pada hari pertama berlangsung dengan penuh meriah. Para peserta dan AJK dibahagikan kepada keluarga angkat masing-masing. Sewaktu penyerahan ini terlihat perasaan gembira terukir daripada raut wajah anak-anak angkat dan ibu bapa angkat apabila bertemu.

Antara aktiviti yang dijalankan sepanjang mereka berkampung disini adalah seperti ; Smart Solat, Qiamullai, Explorace, Bermesra Bersama Keluarga (BBK), Sukan rakyat, Malam Seribu Kenangan, Gotoroyong Perdana, English games, dan Makan Bersama.

Program OPKIM ini berakhir dengan dalam suasana agak sayu, apabila pertemuan yang terjalin selama tiga hari itu terpaksa terhenti seketika kerana Anak-anak ini ingin pulang ke Kampus UiTM Kedah. Lumrah kehidupan setiap pertemuan, akan berlaku perpisahan. Bergitulah juga pertemuan mereka ini. Namun diharapkan hubungan yang terjalin akan terus terjalin hingga ke akhir hayat.

Tahniah ducapkan kepada semua peserta kerana telah berjaya menyertai program ini. Terima Kasih juga kepada seluruh penduduk kampung kerana sudi melayan kami.

Semoga IMAN terus maju dengan pelbagai lagi aktiviti menarik untuk menyampaikan risalah yang benar ini.

Popular Posts

 

© Copyright IMAN Club 2010 -2011 | Redesign by Manan Qayyim.